Berita

Dampak Letusan Gunung berapi dan Langkah-langkah Pencegahannya

Posted February 15, 2014
Written by
Category Artikel PPPL
Secara umum dampak letusan Gunung berapi yang perlu diwaspadai terbagi dua yaitu dampak akibat padatan/debu dan gas yang beracun atau potensial membahayakan.
 
A. DEBU 
 
      Untuk debu secara umum akan mengakibatkan gangguan pernafasan dan iritasi mata, akan tetapi yg lebih serius adalah bila debu tersebut juga mengandung beberapa unsur logam.
Unsur-unsur logam yang perlu diwaspadai terutama adalah Silica, yg secara fisik berupa butiran kecil dan sangat tajam, sehingga bila terhirup akan menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Akibat lebih serius bisa batuk-batuk bahkan bisa iritasi berat pada saluran pernafasan.
Logam yang lain (bila ada) umumnya Natrium, Calsium, Kalium bila tercampur debu dan terhirup maka juga menyebabkan iritasi. Komponen logam lain seperti Timbal, Seng, Cadmium dan Tembaga biasanya berdasarkan pengalaman selama ini, konsentrasinya dari bahan letusan gunung berapi kadarnya rendah.
 
 
B. GAS 
     Kandungan yang dikuatirkan SO2, karena dengan reaksi alam dapat membentuk unsur Sulfat yg sangat iritatif, baik pada kulit, mata dan saluran pernafasan. CO sifatnya mengikat oksigen, sehingga bila terhirup maka orang bisa meninggal karena kekurangan oksigen. NO2 berpotensi berubah menyebabkan iritasi pada mata dan pernafasan.
 
Secara umum ada 6 (enam) penyakit yang perlu diwaspadai :
1. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas)
2. Pneumonia, Bronkitis dan Infeksi Saluran Napas Bawah lainnya
3. Iritasi mata dalam bentuk radang, alergi dan lain-lain
4. Iritasi kulit, infeksi dan alergi
5. Gangguan saluran cerna akan dapat terjadi kalau polutan udara akibat letusan mencemari air, tanaman dan bahan pangan lainnya
6. Perburukan dari penyakit kronik yang sudah lama dihadapi, baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stress, lalai makan obat karena sibuk, dan lain-lain.
 
 
7 (tujuh) langkah-langkah pencegahan bagi masyarakat :
1. Hindari keluar rumah bila tidak perlu sekali
2. Sementara hindari berkendara, terutama dengan sepeda motor
2. Bila terpaksa keluar rumah gunakan pelindung seperti helm dan memakai masker.
3. Menutup sarana air seperti sumur gali terbuka dan penampungan air terbuka agar tidak terkena debu
4. Mencuci dengan bersih semua makanan, buah, dan sayur
5. Segera berobat ke sarana pelayanan kesehatan bila dirasakan ada yg sakit seperti batuk, sesak nafas, iritasi mata dan kulit.
6. Bila memang sudah punya penyakit kronik maka pastikan obat rutin yang biasa dimakan harus selalu dikonsumsi
7. Selalu lakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
 
Demikian yang disampaikan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen PP dan PL Kementerian Kesehatan RI. (bi)
123.png
Direktorat Jenderal
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia