Berita

Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kabupaten Pandeglang

Posted November 28, 2016
Written by
Category Berita Kesehatan
 
Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kabupaten Pandeglang
2016-11-21 10:22:44 


 
Dalam rangka Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di 10 (sepuluh) wilayah di Indonesia yaitu Bantul,  Bogor, Pandeglang, Batam, Jambi, Surabaya, Madiun, Pare-Pare, Purbalingga dan Padang Pariaman. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, pada (15/11) mewakili Menteri Kesehatan RI menghadiri kegiatan Pencanangan GERMAS di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Acara tersebut dihadiri juga Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Bupati Kabupaten Pandeglang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, perwakilan Kementerian/Lembaga, Instansi Vertikal serta Kepala SKPD.
 
Pencanangan GERMAS yang di Pusatkan di Kampung Panandean, Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten ditandai dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan undangan yang hadir sebagai upaya untuk hidup sehat serta pemukulan bedug yang dilakukan bersama-sama oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Diah Indrajati, MSc; Dirjen pencegahan dan Pengendalian penyakit Kemenkes RI, dr. H.M. Subuh, MPPM; Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Nata Irawan, SH, MH; dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Usai pencanangan dilakukan peninjauan ke Poskesdes dan Sekolah, serta bedah rumah.
 
Direktur Jenderal P2P, dr. Subuh mengatakan dalam laporannya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa baik pemerintah, pusat dan daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.
 
GERMAS bertujuan untuk menurunkan beban penyakit, meningkatkan produktifitas penduduk, menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan dan menekan peningkatan beban finansial untuk pengeluaran kesehatan. Upaya ini dilakukan dengan membudayakan pola hidup sehat pada masyarakat, utamanya melakukan aktifitas fisik, makan sayur dan buah serta memeriksakan kesehatan secara rutin.
 
Penyelenggaraan GERMAS pada hari ini, Kata dr. Subuh menjadi momentum strategis sekaligus tonggak awal dimulainya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat baik di tingkat nasional maupun di daerah untuk mewujudkan paradigma sehat di dalam pembangunan kesehatan. Pencanangan GERMAS diharapkan mampu membangkitkan rasa tanggung jawab bersama bahwa hidup sehat harus diawali dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
 
“Kegiatan ini juga bukan merupakan kegiatan ceremonial, melainkan bagaimana melalui kegiatan ini kita dapat menyaksikan secara langsung kegiatan dan situasi kesehatan di masyarakat serta melihat bagaimana seluruh sektor bekerjasama dan bersinergi mendukung GERMAS secara konsisten, terpadu dan berkelanjutan,” ujar dr. Subuh
 
Pergeseran pola penyakit dalam 30 tahun terakhir. Pada era tahun 1990 an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atas, TBC, Diare, dan lain-lain. Sejak tahun 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kencing manis. Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini dapat menyerang bukan hanya usia tua tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan kaya dan miskin baik tinggal di kota maupun di desa. Hal ini disebabkan masyarakat semakin maju, informasi dan transportasi yang semakin mudah dan merubah gaya hidup masyarakat.
 
dr. Subuh mengatakan permasalahan ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara kita. Sumberdaya yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit seperti kanker, stroke, jantung, gagal ginjal dan kencing manis. Selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang, karenanya kita harus kembali kepada semangat gotong royong dan pencegahan penyakit.
 
Berlandaskan semangat gotong royong, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah bentuk nyata dari revolusi mental. Pilar gotong royong, kerja bersama yang mengubah kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik, selayaknya mendapatkan perhatian kita. hanya dengan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, GERMAS dapat terealisasikan sebagai sebuah Gerakan Nasional yang mengedepankan kepentingan masyarakat luas, jelasnya.
 
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyampaikan ucapan terima kasih telah menunjuk Kabupaten Pandeglang menjadi lokasi pelaksanaan Germas. Menurut Bupati, tindakan sistematis yang dilakukan bersama oleh seluruh komponen bangsa mengajak berprilaku hidup sehat.
 
“Saya mengajak kepada masyarakat Pandeglang untuk membiasakan pola hidup sehat. Karena sehat itu berawal dari keinginan kita sendiri. bukan oleh orang lain atau lingkungan saja tapi harus dari diri pribadi dulu, ”katanya.
 
Menurut Bupati Irna Narulita, Pemkab Pandeglang telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya, Pemeriksaan IVA (deteksi dini Kanker Leher Rahim) target 200 orang, Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) target 600 orang, Bedah Rumah 25 Unit, dan bedah rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 282 rumah di 32 Kecamatan.
 
“Dari 264 orang yang deteksi dini kangker leher rahim, 17 orang Positif. Dan bedah rumah juga merupakan upaya gerakan masyarakat hidup sehat, karena untuk sehat dimulai dari lingkungan keluarga terlebih dahulu,” katanya(Adt/Humas)
 
 
123.png
Direktorat Jenderal
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia